Water Treatment

Pengertian Water Treatment

Water treatment atau pengolahan air adalah proses/cara untuk mengembalikan air pada kualitas yang sesuai kebutuhan. Hasil akhir pengolahan air bisa ditujukan untuk minum, pasokan air industri, pemeliharaan air sungai, irigasi, rekreasi atau kegunaan air yang lain (termasuk aman untuk lingkungan). Water treatment menghilangkan kontaminan dan komponen yang tidak diinginkan atau mengurangi konsentrasinya sehingga air menjadi bersih dan sesuai yang diinginkan.

Sistem desain water treatment ditentukan oleh kualitas air dan sumber air. Kualitas air yang rendah akan menghasilkan uap yang kurang baik. Sumber air secara umum dibagi dua, yaitu air tanah (ground water) dan air permukaan (surface water). Air permukaan meliputi air sungai, danau dan laut. Sedangkan air tanah adalah air yang berasal dari dalam tanah.

Water Treatment untuk air minum

Water treatment untuk air minum dengan cara menghilangkan kontaminan dari air baku untuk menghasilkan air murni yang dapat dikonsumsi tanpa resiko baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pengolahan air (water treatment) untuk minum mengeluarkan zat yang meliputi bakteri, ganggang, padatan tersuspensi, jamur, virus, dan mineral mangan dan besi.

Secara umum pengolahan air meliputi 3 aspek, yaitu pengolahan secara fisika, kimia dan biologi. Proses fisika seperti pengendapan dan penyaringan tanpa menggunakan bahan kimia. Melalui proses kimiawi seperti disinfeksi dan koagulasi menggunakan bahan kimiawi, contohkanya klor, tawas dll. Adapun melalui proses biologis seperti memanfaatkan mikroorganisme dalam pengolahannya.

Proses Water Treatment Sederhana

Berikut ini adalahWater proses pengolahan air minum yang umum di pergunakan di seluruh dunia.

  1. Melakukan Pra-klorinasi untuk mengendalikan ganggang dan pertumbuhan biologisnya. Sehingga lumut dan kotoran lain dapat tersaring.
  2. Melakukan Aerasi bersamaan dengan proses pra-klorinasi untuk menghilangkan zat besi yang terlarut sampai yang terkecil yaitu mangan.
  3. Melakukan Koagulasi untuk flokulasi atau filtrasi pasir lambat. Koagulasi adalah proses netralisasi air dari muatan negatif dan partikel tersuspensi saling menempel.
  4. Menggunakan alat bantu koagulasi yang di kenal sebagai polielektrolit yang berfungsi untuk meningkatkan koagulasi dan pembentukan flok yang lebih kuat.
  5. Melakukan proses sedimentasi untuk memisahkan padatan yaitu memindahkan padatan tersuspensi yang terjebak dalam flok.
  6. Melakukan penyaringan (filterisasi) untuk menghilangkan partikel dari air menggunakan media filter seperti pasir filter yang bisa dicuci dan digunakan kembali atau melalui bagian filter.
  7. Yang terakhir adalah melakukan disifeksi untuk membunuh virus bakteri dan patogen lainnya yang masih terdapat di air.

Pengolahan air dengan hasil akhir untuk industri atau untuk air minum berbeda dalam teknologi yang dipergunakan. Pengetahuan yang tepat akan hasil akhir yang tepat menjadikan teknologi menjadi tepat guna dan bermanfaat.

Sumber: Wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BizStudio by Sketch Themes